"Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat, dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari."
Oke. Mungkin secara 'ilmiah' asma itu seperti yang di atas. Penyakit yang bla bla bla.. Mungkin kalian yang membacanya belum tentu paham, begitu pun aku. Tapi aku tahu persis bagaimana rasanya karena aku mengalaminya sendiri.
.
.
Asma..
Gimana sih rasanya? Sakit?
.
.
Tentu saja! Kalian ingin tahu bagaimana rasanya?
Bayangkan saja jika kau sulit bernafas.
.
Rasanya seperti...
Dicekik perlahan-lahan. Oksigen di sekitarmu menipis dan enggan mendekat.
Kau mulai sulit bernafas, tapi paru-parumu memaksa untuk dapat asupan oksigen.
Kau merasa harus bernafas. Ya, harus! Karena jika tidak, tentu saja kau bisa mati.
Tapi ketika kau berusaha menghirup oksigen dengan paksa selama beberapa kali, kau mulai merasa lelah.
Kau lelah harus menghirup udara kuat-kuat. Dan dadamu mulai terasa nyeri!
Dan kau mulai berpikir: Jika aku bernafas, dadaku rasanya nyeri. Tapi jika aku tak bernafas, aku bisa mati.
.
.
Pikiranku biasanya kemana-mana.
Bahkan terkadang aku merasa, kenapa tidak mati saja daripada dicekik perlahan-lahan seperti ini.
Ketika kambuh, aku merasa bahwa aku "orang yang kasihan sekali". Karena untuk bernafas--yang untuk orang lain termasuk hal yang mudah dilakukan--sulit bagiku.
.
Aku juga terkadang berpikir: Kenapa harus aku yang mengalaminya? Kenapa tidak orang lain saja sih?
Yaah.. mungkin ini takdirku. Tapi aku harus berusaha bersyukur karena ketika "itu tidak kambuh", aku benar-benar sehat seperti manusia normal lainnya.
"Jadi ceritanya lo curhat soal penderitaan lo gitu?"
.
Haha.. Iya, nggak apa-apa kan? Aku cuma mau sharing(?). ;D
0 comments:
Post a Comment